Indonesia Tuan Rumah IESO 2010



JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah Olimpiade Ilmu Kebumian Tingkat Internasional (International Earth Science Olympiad/IESO) ke-4 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, 19-8 September 2010. IESO adalah kompetisi siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) di bidang ilmu kebumian yang meliputi geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi, serta astronomi.
Kegiatan tersebut dipayungi International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik, organisasi, atau institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia, baik tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi. Organisasi ini dibentuk untuk mendorong terciptanya pendidikan ilmu kebumian, terutama di tingkat pra-perguruan tinggi di seluruh dunia yang berdasarkan pada pemahaman yang benar akan proses alami bumi sebagai suatu sistem.
Tahun ini, melalui Kementerian Pendidikan Nasional, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara IESO ke-4. Sebanyak 19 negara ikut serta di ajang ini, antara lain, Amerika Serikat, Filipina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kamboja, Korea, Kuwait, Maladewa, Nepal, Nigeria, Romania, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Ukraina, dan satu negara observer, yakni Perancis. Masing-masing negara mengirimkan 4 siswa dan 2 mentor (leader), dengan total keseluruhan negara berjumlah 77 siswa dan 33 mentor.
Dr D Hendra Amijaya, Local Organizing Committee (LOC) Indonesia dari Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, mengungkapkan, segala persiapan berkaitan dengan kompetisi tersebut telah dilakukan dengan sebaik mungkin, baik operasional maupun mekanisme perlombaan. "Kegiatan olimpiade ini akan dibagi ke dalam tes tertulis, praktik laboratorium, serta praktik lapangan yang akan membahas tentang empat bidang materi kebumian, yaitu geologi, meteorologi, astronomi, dan oseanografi," ujar Hendra, Senin (6/9/2010).
Kegiatan tes tertulis dan praktik laboratorium akan dilaksanakan di Kampus UGM, sedangkan untuk praktik lapangan akan diadakan di beberapa tempat, antara lain, Kali Ngalang, Gunung Kidul (bidang geologi); Lapangan GSP UGM (bidang meteorologi); Lapangan TNI AU Gading, Gunung Kidul (pengamatan astronomi); dan Pantai Baron, Gunung Kidul (bidang oseanografi).

"Sedangkan untuk kegiatan International Field Trip Investigation akan dilakukan di Goa Bribin untuk bidang hidrologi sungai bawah tanah," ujarnya.
Selain mengikuti kegiatan tes tertulis dan praktik, para peserta dan tim leader juga akan melakukan kunjungan wisata ke beberapa tempat antara lain Museum Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Pintar, Malioboro, dan menyaksikan Pentas Ramayana. Namun sebelumnya, para peserta dan tim leader akan mengunjungi beberapa sekolah di Yogyakarta, seperti SMAN 3, SMAN 6, SMAN 8, SMAN 1 Depok, dan SMK 2 Depok, Sleman.

Adapun acara pembukaan IESO ke-4 ini akan berlangsung di Kepatihan dan penutupan di Hall UC UGM. IESO pertama kali dilaksanakan di Daegu, Korea Selatan, pada tahun 2007 yang dikoordinasi School of Earth and Environmental Sciences, Chungnam National University. IESO ke-2 di Filipina dan IESO yang ke-3 berlangsung di Taiwan.