BCA Kalah,Deposito lawas Rp.800.000 jadi Rp.231,2 Miliar



Maih Inget G gan ama Liem Swat Bwee alias Puspawati Santoso,73 th,warga Malang Jawa timur.yg memperjuangkan pencairan deposito Bank Central Asia (BCA)lawas miliknya yg keselip selama 42 th???

kamis kemaren (19/8) lalu ,gugatanya kepada BCA di pengadilan Negeri Malang dikabulkan olek MAjelis hakim.

Majelis yg di ketuai Johanis Hehamoni dalam amar putusannya menghukum BCA membayar tunai pokok plus bunga deposito keluaran th 1966 milik Liem Swat Bwee,yg nilainya cukup fantastis.Untuk lembar deposito sebanyak 3 lembar dg total Rp.800rbu,BCA diwajibkan membayar Rp.231.2 Miliar atau Rp.231.208.014.711 ..

dengan dikabulkannya gugatan ini, Liem Swat Bwee alias Puspawati Santoso,73 th.bener2 mendapat rejeki nomplok gan

Untuk Perhitungan Nilai ganti Rugi dilihat dari besarnya pokok deposito plus bunga,tolak ukur besarnya nilai ganti rugi didasarkan atas harga emas pada tahun 1966 dan perbandingan th 2009..

Lupa menyimpan Deposito
Sebagaimana diketahui Pupawati santoso ,memiliki tiga lembar surat deposito.pertama Rp.100.000 yg dibuka pada 10 juni 1966 dengan perhitungan bunga 48 %.Deposito kedua pada 6 Agustus 1966 sebesar Rp.200.000 dengan bunga 30 %.dan terakhir senilai Rp.500.000 dg bunga 72% pada september 1966.Semua deposito dibuka di BCA kantor MALANG.

Karena surat berharga satu-satunya yg dimiliki,maka puspo menyimpannya sangat hati-hati.Dia menyelipkan lembar surat deposito di lemari bagian dalam.sejak saat itu Puspo dan suami tidak mengotak-atik deposito.
mereka terlalu asyik untuk kerja-kerja dan kerja.Hasil kerja mereka pun tidak diwujudkan lagi menjadi surat deposito,namun beralih investasi.
Pada tahun 2007 lalu,dia menemukan lembaran surat depositonya.Sekitar seminggu kemudian pergi ke kantor Cab BCA.Namun oleh pegawai BCA dengan depositonya tidak diakui lagi.Akhirnya sejak setahun lalu dia melayangkan gugatannya.

Sumber :malang post edisi 21 agustus 2010